Berita

Asal Usul Penggunaan Keranda Jenazah

Fungsi-fungsi Penggunaan Keranda Jenazah Mayat

 

 Asal Usul dan Fungsi dari Penggunaan Keranda Jenazah

 Jual Keranda Jenazah Mayat

 Penggunaan keranda merupakan salah satu hal yang sangat umum dijumpai ketika umat manusia kembali menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keranda merupakan salah satu media yang teramat diutamakan untuk meletakkan jenazah sebelum menemui tempat peristirahatan terakhirnya. Keranda sendiri bertujuan untuk melindungi jenazah setelah dilakukan tata cara perawatan jenazah sebelumnya. Keranda juga diperuntukan untuk memudahkan para kerabat yang membantu prosesi pemakaman.

 

Sehingga saat ini disetiap masjid maupun rumah sakit telah menyediakan fasilitas keranda yang dapat digunakan tanpa adanya biaya yang harus dibayarkan. Dibutuhkan Kain Penutup Keranda Jenazah. Sehingga hal tersebut memudahkan para keluarga untuk memperlancar prosesi pemakaman jika salah satu sanak saudaranya meninggal dunia. Namun hingga saat ini tidak semua orang mengetahui sejarah penggunaan keranda jenazah pertama kali khususnya di dalam agama Islam. Oleh karena itu artikel ini akan membahas mengenai awal mula penggunaan keranda pada prosesi pemakaman jenazah.

Penggunaan keranda jenazah untuk membawa mayat pertama kali digaungkan oleh salah satu putri dari Nabi Muhammad SAW. Salah satu putri tersebut bernama Sayyidah Fatimah Az-Zahra merupakan salah satu tokoh besar di dalam agama Islam yang dijadikan panutan sama halnya seperti tauladan dari seluruh keluarga, kerabat dan sahabat Nabi.

Adanya gagasan mengenai penggunaan keranda jenazah pertama kali diawali ketika pada suatu hari Sayyidah Fatimah Az-Zahra sedang duduk di depan rumahnya bersama dengan saudaranya yaitu Sayyidah Asma binti Khumaisy. Kemudian Fatimah dikejutkan dengan lewatnya segerombolan orang yang sebagian besar adalah pria sedang menggotong jenazah yang telah dibalut dengan kain kafan diatas pundak-pundak mereka. Melihat hal tersebut tiba-tiba Fatimah masuk ke dalam rumah lalu menangis tersedu-sedu yang kemudian di susul oleh Sayyidah Asma. Kemudian Fatimah mendeklarasikan bahwa ia ingin sekali menggunakan sebuah tempat yang dapat menutupi tubuhnya yang suatu saat terbalut kain kafan. Sehingga orang-orang tidak dapat melihat lekuk tubuhnya saat hendak menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Sungguh merupakan suri tauladan yang sangat baik sebab hingga diakhir hayatnya ia tetap bersikeras untuk menjalankan perintah Allah SWT agar selalu menjaga aurat dari pandangan orang lain.

Close